Sekedar untuk mempermudah jemaat dalam memahami dan mendiskusikan konsep dibalik Blog GKJ Kudus kita tercinta ini, gambar ini kami tampilkan. Saran, kritik, koreksi dari anda semua untuk kemajuan blog ini sangat kami nantikan melalui kotak komentar di bagian bawah atau secara langsung kepada bapak Teguh Santoso (di luar jam kebaktian
). Tuhan Memberkati!
April 30, 2008...1:47 pm
Konsep Blog GKJ Kudus
Lompat ke Komentar







& Komentar
Mei 5, 2008 pukul 1:27 pm
Keliatannya konsep blog ini perlu disosialisasikan secara langsung ke jemaat di GKJ Kudus supaya mereka juga tahu dan lebih terlibat dalam blog ini.
Gimana mas Teguh?
Tuhan memberkati
Mei 5, 2008 pukul 6:06 pm
Mas Teguh,
Yang dibutuhkan oleh Blog ini adalah siapa yang mau mengkoordinasi materi dalam setiap daun konsep di atas. Sebagai contoh, Suara Sinar Kasih (SSK) dan Mading sudah panjenengan kelola secara tetap.
Materi lainnya seperti “GKJ sebulan lalu” atau “Pak Pendeta menjawab” dll, masih memerlukan koordinator untuk mengumpulkan materi. Ini bisa jadi salah agenda utama diskusi yang dimaksud oleh Briant.
Ada yang mau menjadi koordinator secara sukarela untuk materi-materi di atas? Hubungi mas Teguh ya
Mei 5, 2008 pukul 9:55 pm
Saya sebenarnya sudah berusaha mensosialisasi blog ini ke warga GKJ, tapi memang masih butuh waktu untuk betul-betul blog ini bisa menjadi kebutuhan warga GKJ. Tapi saya yakin dengan telah dibangunnya blog ini, suatu saat kehadirannya menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan.
Mei 8, 2008 pukul 2:17 pm
Mr. Teguh,
kayaknya memang belum banyak warga yang tahu lho tentang blog ini! hanya beberapa saja yang sudah tahu, oh iya Mr. Teguh kalo mau kirim sesuat untuk blog ini bagaimana prosesnya? file di kirim kemana? dalam bentuk apa ?, saya punya file sejarah GKJ Kudus, mungkin bisa dijadikan salah satu hal yang menarik dalam blog ini, tentunya harus diedit dengan bahasa yang lebih enak dibaca oleh pengunjung blog ini !
oh iya kemarin di UKDW ada seminar Pembuatan website, wah sayangnya saya baru tahu infonya tadi pagi karena kemarin baru berangkat dari kudus.
usul bagaimana kalau di buka bagian daun untuk ruang pastoral untuk siapa saja !(tentunya sang konseli tanpa harus pasang nama di situ atau tulis inisialnya saja)
GBUs
gkjkudus:
Suatu hari nanti, kita pasti ngumpul buat sharing ilmu bagaimana cara mengelola Blog kita ini. Kita ajak sekalian jemaat yang memiliki minat dengan Blog. Selain itu, mungkin akan ada juga sesi untuk mengenalkan blog kita secara live ke jemaat (mungkin pas PA atau pas acara untuk keluarga). Jadi tidak perlu jauh-jauh ke UKDW.
Untuk “ruang pastoral”, idenya sama dengan topik yang sudah ada yaitu “Pak Pendeta Menjawab”. Intinya, pasien bertanya, dokter menjawab. Nama pasien disamarkan. Topik bisa rohani atau umum.
Untuk file, mas Budi bisa kirim ke sskgkjkudus@yahoo.com. Kalau pas di kudus, ya langsung ke mas Teguh Santoso. Monggo… Tuhan memberkati!
Mei 8, 2008 pukul 4:13 pm
Mas Budi,
Tahap pertama dari sosialisasi Blog kita ini sudah dilakukan mas Teguh melalui buletin Suara Sinar Kasih edisi 37 (kalo ndak salah) dan secara personal kepada jemaat/pak pendeta. Dari tahap ini, menurut saya mayoritas dari jemaat sudah sadar kalo GKJ sudah punya Blog. Cuman ada masalahnya.
Masalah pertama, tidak semua orang punya koneksi ke internet. Kedua, karena masih baru, Blog ini belum menjadi kebutuhan dari semua lapisan jemaat (pinjem istilahnya mas Teguh). Jadi, mari kita yang diberi kesempatan, waktu dan fasilitas supaya tetap semangat memberikan kontribusinya ke Blog ini, dengan harapan, suatu hari nanti Blog ini bisa menjadi bagian dalam pelayanan GKJ Kudus.
Mei 9, 2008 pukul 9:59 pm
Mas Budi, artikel tentang sejarah GKJ tak tunggu kirimannya ke e-mail sskgkjkudus@yahoo.com. Nanri tak editnya supaya lebih enak buat bacanya.
thks &rgds
JBU
Mei 10, 2008 pukul 11:14 am
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…
Selamat hari Pentakosta 2008
Salam,
Webservants of Sarimulyo
http://www.gkj-sarimulyo.110mb.com
Mei 14, 2008 pukul 6:34 pm
syalom,
pak teguh filenya sudah saya kirim lho, mungkin banyak yang harus di edit dulu biar enak dibaca, dan tidak menimbulkan perasaan2 tertentu, tp fakta is fakta hehehehe lho!,
Mei 14, 2008 pukul 9:02 pm
ok, mas budi, ini segera tak buka dan akan segera kita pasang di blog ini
thks
JBU
gkjkudus:
Mas Teguh, kapan ceritanya di upload? Sudah ndak sabar menunggu sejarah GKJ Kudus nih
Juni 1, 2008 pukul 6:48 am
Ya, ya, ya. Hari ini tanggal 01 Juni 2008 hari minggu kliwon sasi jumadilawal sejarah GKJ mau segera tak upload, tapi setelah saya pulang dari gereja.
Sorry kalo redaksi cuman janji-janji aja, soalnya lagi banyak repot & juga lagi nyiapin mbuat buku hasil renungan selama 3 tahun menjadi redaksi bulletin. Semoga bisa segera terbit dan bisa menjadi bahan renungan dan refleksi kita semua
JBU
gkjkudus:
Tapi udah kebelet pengen tahu seperti apa sih sejarah GKJ Kudus? Atau jangan2, penundaan peluncuran sejarah GKJ Kudus ini salah satu strategi marketing? *halah, kayak jualan buku aja*. Btw, terima kasih yang sedalam-dalamnya buat mas Budi dan mas Teguh yang sudah “berepot-repot ria” dengan proyek ini.
Hahahahaha… ini bukan nagih lho mas
Oya, selamat dan sukses buat proyek buku hasil renungan selama 3 tahun menjadi redaksi bulletin! Semoga menjadi berkat bagi semuanya! Tuhan memberkati!
Agustus 12, 2008 pukul 2:10 pm
Sugeng pak Teguh…..
Syaloom….
Saya salah satu warga GKJ WPM Smg mengucapkan selamat krn GKJ Kudus dah punya web yg bisa digunakan sbg sarana komunikasi dan berkat bagi warganya dan sesama.
Tidak lupa saya juga titip salam kpd Bpk Pdt Bambang PY yg pernah nraktir saya “Lenthok” di depan GKJ Kudus.
O, ya sbg info saja, panjenengan jg kami aturi nindaki web blog GKJ WPM Smg yg msh sangat2 sederhana, skaligus nyuwun saran dan kritiknya.
Mtrnwn, Gusti mberkahi…
Agustus 12, 2008 pukul 2:12 pm
Alamat web blog GKJ WPM di : http://gkjwpm1.blogspot.com
Agustus 13, 2008 pukul 4:53 pm
Saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika.
Caranya begitu unik.
Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun.
Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja.
Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit.
Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari.
Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan.
Kok, bisa?
Tentu kita sudah tahu jawabnya.
Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples.
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam.
Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya.
Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat.
Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Teman, kita mungkin akan tertawa
melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu.
Tapi,tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri.
Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.
Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang.
Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf.
Mulut mungkin berkata ikhlas,
tapi bara amarah masih ada di dalam dada.
Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh,membawa “toples-toples” itu ke mana pun kita pergi.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.
sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya.
Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua “rasa tidak enak”
terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita.
Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum.
Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.
Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?
Maret 22, 2009 pukul 9:12 am
Salam kenal dari GKJ Sabda Winedhar, semoga Tuhan Yesus Memberkati…
Paskah ada acara apa ni…
Maret 22, 2009 pukul 5:27 pm
Kami mengucapkan terimakasih buat GKJ Sabda Winedhar atas dibukanya blog kami. Barangkali ada masukan buat kami, akan kami terima dengan senang hati
teriring doa
teguh