Teh bukan hanya popular. Minuman satu ini juga memiliki khasiat penyembuh dan pencegah penyakit tertentu. Teh hijau ataupun teh hitam sama-sama memiliki zat yang disebut flavonoid. Zat ini merupakan antioksidan yang mampu mencegah penyakit jantung dan penyakit kanker jenis tertentu, seperti kanker kulit.
Minuman ini juga diketahui rendah kalori dan tidak mengandung zat lemak. Namun, didalam teh terdapat zat “berbahaya” yakni tanin. Zat satu ini dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Karena itu, para ahli menganjurkan agar tidak minum teh usai makan besar. Mengapa? Ya, itu tadi. Zat besi tidak terserap oleh tubuh karena tanin itu. Nah, kalau hal ini sering terjadi, akhirnya bisa berakibat kita mengalami kekurangan darah. Untuk itu, para pakar teh menganjurkan dengan sangat agar atlet dan wanita yang sedang memerlukan zat besi, serta kaum vegetarian tidak mengkonsumsi teh usai makan.
Selain itu, teh juga mengandung kafein, zat yang juga dikandung kopi dan cocoa. Senyawa satu ini selain dapat meningkatkan cairan tubuh yang juga perangsang bagi sistem syaraf tengah dan meningkatkan denyut jantung.
Orang dewasa dapat menahan pengaruh 300 mg kafein per hari tanpa mengalami efek samping. Kalau anda minum secangkir teh encer kandungan kafeinnya hanya 30 mg. Sedang secangkir teh kental mengandung 80 mg kafein lebih. Artinya, sehari anda bisa mengkonsumsi hingga 5 cangkir teh encer per hari atau 2-3 cangkir teh kental per hari. Hanya saja, perhitungkanlah waktu minumnya.
Sebenarnya untuk menghindari agar zat tanin yang merugikan, para ahli menganjurkan agar jangan terlalu lama menyeduh daun teh. Namun, tidak minum teh usai makan besar merupaka jalan terbaik agar terhindar dari kemungkinan kekurangan zat besi seperti tersebut diatas.
Lalu kapan waktu minum teh yang tepat? Waktu diantara makan besar. Atau minumlah teh setelah kira-kira satu jam setelah makan besar. Disamping itu, anda juga bisa menikmati teh bersamaan dengan menyantap makanan kecil atau snack.
Catatan:
Dikutip dari Buletin Suara Sinar Kasih GKJ Kudus edisi 36






1 Komentar
September 14, 2009 pukul 2:09 pm
Kalo bayi mati ga di baptis masuk neraka? kapan si bayi nanggung dosa
warisan emak-bapaknye? Kasian ya, bayi suci yang ga tau apa-apa mati trus masuk
neraka cuman
gara-gara ga di baptis, emang yesus pernah berdogma begitu? Nah
doktrin setiap manusia harus di baptis fiktip dong? Ya iya lah masa ya
iya dong, yang
bikin tuh doktrin aja manusia kesetanan, penganut pagan, si paulus ama
si barnabas dongo. Trus emang yesus pernah bilang ‘Tuhankanlah Aku?’ ,
ya jelas ga pernah, orang-orang yang menuhankan yesus adalah orang-orang dongo
yang bermusyawarah di anthiokia di bawah pimpinan kaisar idiot romawi pada
waktu itu, karena yesus dapat melakukan hal-hal luar biasa atas izin
Allah, si kaisar romawi dongo terinspirasi dengan dongeng idiot romawi
tentang dewa yang menjelma jadi manusia dan dapat melakukan hal yang
luar biasa, so dia menganggap yesus
adalah tokoh pada dongeng romawi idiot tersebut, jadi secara sepihak dia
mengkultuskan yesus sebagai tuhan. Padahal yesus sendiri tidak pernah
mengatakan diri nya adalah tuhan. (yesus mengajarkan murid-murid serta
umatnya menyembah satu tuhan saja, yaitu kepada Allah saja, BUKAN
MENYEMBAH KEPADA tuhan-tuhan yang lain bahkan YESUS sendiri). nah
karena idiot nya tuh kaisar, serta alasan politik atas kekuasaan yang
di jabatnya takut tergulingkan, para
anggota majelis yang hadir di haruskan nurut apa yang di bilang tuh kaisar
romawi, yang mana tadinya dia benci banget ama yesus terus tiba-tiba
pro ke ajaran yesus
padahal dia mau menyesatkan penganutnya serta ajarannya si yesus
(penyesatan juga di karenakan alasan politik atas kekuasaan kasiar
romawi idiot tsb). Ya iya lah kalo ga nurut mau di
hukum pasung ampe mati ama tuh kaisar romawi para anggota majelisnya. dan agama kristen yang ada sekarang adalah ajaran setan bukan yesus. Bye
percuma gw ngomong panjang lebar, orang sesat kayak lo tuh susah di jelasin
juga dan ga bakal ngerti, daaah… Allah memberkati
Mr. Bastarie