Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. (Titus 2 : 7)
Apabila kita diminta untuk melakukan tugas pelayanan dengan melayani di ladang Tuhan, terkadang otak kita cepat sekali membuat serta menyampaikan sejumlah alasan yang dianggap cukup realistis dan dapat diterima orang lain, agar beban tugas pelayanan tersebut tidak dilimpahkan kepada kita. Memang harus diakui, melakukan tugas pelayanan di ladang Tuhan tidaklah mudah. Ada tiga hal yang bisa kita lakukan untuk memulai melayani Tuhan.
1. MULAI DARI DIRI SENDIRI
Kalau kita mau berpikiran kreatif dan inovatif, untuk melayani Tuhan, kita bisa memulainya terlebih dahulu dengan cara-cara yang sederhana, yaitu dengan melakukan berbagai bentuk kegiatan atau aktivitas yang lazim kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat melakukannya dengan cara mengucapkan kata-kata baik, sopan, ramah, dan juga jujur, kepada orang lain.
Kesimpulan kecilnya : kita tampilkan dahulu secara nyata siapa dan bagaimana sesungguhnya pribadi anak-anak Tuhan yang sebenar-benarnya serta sebaik-baiknya. Itu sama saja kita melakukan atau menyatakan KASIH kepada orang lain karena KASIH akan nampak nyata terlihat di dalam perbuatan. That is true…
2. MELAYANI DENGAN CARA SEDERHANA
Sesungguhnya, kita bisa bersaksi tentang Kristus kepada anggota keluarga kita, orang-orang di sekeliling kita, atau orang kepada lain yang tidak kita kenal, bukan hanya dengan berbicara secara terbuka tentang kebaikan Tuhan (melalui khotbah atau bentuk ceramah), namun bisa pula dengan cara menampilkan citra seorang anak Tuhan yang hidup baik dan benar.
Perbuatan seperti itu sudah menjadi bagian dari pelayanan kepada Tuhan. Karena untuk menyampaikan sebuah kesaksian tentang kebaikan dan Kasih Tuhan kepada kita, we can do it that with natural touch.
Kita dapat melakukannya dalam bentuk menyediakan sebagian waktu kita untuk selalu berhubungan dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita. Kita harus menjaga pola komunikasi kita dengan orang-orang di sekitar kita.
Adapun tujuannya, agar kita dapat berbagi secara langsung di dalam KASIH dan sukacita yang kita terima dari Tuhan, dengan yang sewajarnya, sebenarnya, serta seharusnya. We can share our thoughts, share our happines, share our sorrows… because it’s so natural…
Dalam menjalin komunikasi yang baik dengan orang-orang di lingkungan di sekitar kita tersebut, kita dapat sharing dengan mereka. Kita dengarkan curahan hati mereka. Kita buat diri kita menjadi pihak yang bisa mendengarkan segala keluh kesah orang lain dan mencoba memberikan solusi melalui berkat-berkat yang telah kita terima dari Tuhan.
Kita bisa mendengarkan mereka, karena memang, dengan menjadi seorang pendengar yang baik, sedikitnya kita bisa membantu mereka untuk memberikan kelegaan atas segala penat yang mereka rasakan. Ingatlah pada sebuah pepatah yang mengatakan : People don’t care how much you know until they know how much you care…
3. TALENTA
Setiap orang memiliki talenta. Talenta yang dimiliki seseorang belum tentu sama dengan talenta yang dimiliki orang lain. Karena talenta merupakan suatu kemampuan “special” yang Tuhan berikan kepada kita agar dapat kita pergunakan untuk memuji, memuliakan, dan menyampaikan kabar baik yang nyata serta ada di dalam Yesus Kristus.
Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan berbagai macam talenta yang ada pada kita. Dan sangat besar kemungkinan, berbagai talenta itu, bisa juga kita pakai melayani dalam pelayanan untuk menyampaikan kabar baik yang nyata dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Seorang singer dapat memanfaatkannya sebagai pemimpin puji-pujian atau anggota singer di Gereja, sebagai anggota paduan suara, maupun sebagai penyampai puji-pujian secara solo.
Seorang yang mendapatkan talenta sebagai seorang penulis dapat memanfaatkan talentanya itu untuk membuat berbagai bentuk karya tulis (baik itu berbentuk buletin, artikel, puisi, atau bahkan sebagai seorang penulis buku).
Talenta itu adalah berkat dan karunia dari Tuhan. That is a gift, that is a bless from Him to us. Sekarang, tergantung pada bagaimana kita menggunakan talenta yang kita miliki untuk menyampaikan kabar baik dan memuji serta memuliakan nama Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati!
Catatan:
Dikutip dari Buletin Suara Sinar Kasih GKJ Kudus edisi 36





